Sudah Saatnya Guru Memberikan Pembelajaran yang Baik

Lebih Dekat dengan Anak.
Bukan saatnya lagi anak didik takut kepada gurunya. Sebagai guru haruslah mampu menjadi bapak di Sekolah, rekan saat anak bermasalah, ataupun “militer” untuk kebaikan anak. Dengan demikian anak senang dengan keadaan di sekolah termasuk nyaman dengan gurunya, tentu dengan etikapergaulan anak dan guru yang tetap terjaga.
Mengapa hat itu perlu? Jika antara anak didik dan guru, memiliki jarak yang jauhmaka membuat proses pembelajaran di sekolah kurang memuaskan. Akibatnya anak tidak suka mata pelajaran karena takut dengan gurunya yang membuat nilainya menjadi jelek.
Guru dituntut apresiatif jika anak

Guru dituntut apresiatif jika anak mendapat nilai baik, maka ucapkan “selamat ya, nilai kamu baik”. Ataupun saat anak belum mampu mendapat nilai baik, sebagai guru harus tetap memberikan apresiasi kepada anak bahwa “ kamu sebenarnyaa bisa, tapi belum teliti”. Ataupum hal lainnya yang membuat anak semakin semangat belajar dan merasa dihargai hasil kerjanya.
Kalimat apresiasi mudah diucapkan, tetapi biasanya jaramg dilakukan karenadianggap terlalu biasa.
Sesuatu yang besar sesungguhnya dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti mendongkrak harga diri siswa melului kalimat apresiasi. Jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi??///.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: