LAYANAN KONSELING LUAR SEKOLAH, SIAPA MAU COBA?

Masih banyak kesalah pahaman di masyarakat yang memehami bahwa bimbinga dan layanan konseling hanya diperuntukkan bagi lembaga pendidikan saja, sedangkan lembaga diluar pendidikan tidak ada. Kesalah pahaman seperti ini harus diluruskan. Sesungguhnya yang terjadi tidak demikian. Justru sebaliknya, karena perkembangan bimbingan dan konseling semakin maju, maka pemberian layanan bisa juga dilakukan diluar lembaga pendidikan.
Pemberian layanan konseling diluar pendidikan bisa dilaksanakan berdasarkn hakikat manusia. Yaitu :
a. Manusia adalah makhluk rasional yang berfikir dan menggunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya.
b. Manusia belajar mengatasi masalah apabila berusaha memanfaatkan kemampuan pada dirinya.
c. Manusia berusaha terus menerus mengembangkan dan menjadikan dirinya sendiri,
d. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik atau buruk dan berusaha mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidaknya mengontrl keburukan.
e. Manusia memiliki dimensi fisik, psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara memdalam.
f. Manusia menjalani tugas kehidupannya. Kebahagiaan manusia terwujud milalui pemenuhan tugas kehiidupannya sendiri.
g. Manusia adalah unik dalam arti mengarahkan kehidupannya sendiri.
h. Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihan tentang kehidupannya sendiri.
i. Manusia pada hakikatnya positif, yang dalam setiap saat dan dalam suasana apapun berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan melakukan sesuatu.
Dari hakekat manusia diatas maka layanan konseling bisa diterapkan diluar lembaga pendidikan. Semua itu dapat dilaksanakan apabila dilakukan secara profesional. Ada beberapa jenis layanan diluar lembaga sekolah yaitu layanan orientasi, layanan konsultasi, layanan penguasaan konten dan konseling perorangan.
Membangun kehidupan bermanfaat sesungguhnya adalah kunci bagi seseorang merasakan hidip yang bermakna. Bermanfaat bagi diri sendiri dan lebih-lebih bagi orang lain. Memberikan layanan pada remaja masjid misalnya bisa diginakan layanan orientasi dangan fokus materi “memanfaatkan masa muda sebaik-baiknya”. Periu kesadaran memanfaatkan masa muda sebaik-baikmya agar tidak menyesal dikemudian hari atau hari tua. Disampig bermanfaat bagi diri sendiri, sudah tentu hal yang terus-menerus perlu dibangun pada kesadaran remaja tersebut juga bermanfaat bagi orang lain. Disinilah seorang penbimbing dituntut mampu memberikan layanan konseling di luar lembaga pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: