SEMINAR AKUNTANSI

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

Sekolah adalah lembaga formal sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Perkembangan dunia pendidikan saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi, sehingga menuntut adanya penyesuaian sistem pendidikan yang selaras sengan tuntutan dunia kerja. Tingkat keberhasilan pembangunan nasional Indonesia di segala bidang akan sangat bergantung pada sumber daya manusia sebagai aset bangsa dalam mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki. Upaya tersebut dapat dilakukan dan ditempuh melalui pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun jalur pendidikan non formal (Slameto, 2003:4).

Salah satu lembaga pada jalur pendidikan formal yang menyiapkan lulusannya untuk memiliki keunggulan di dunia kerja, diantaranya melalui jalur  pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan yang dikembangkan di Indonesia diantaranya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yangsiap memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional di bidang kejuruan. Lulusan pendidikan kejuruan, diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu bekerja menjadi tenaga kerja menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi persaingan kerja. Kehadiran SMK sekarang ini semakin didambakan masyarakat. Khususnya masyarakat yang berkecimpung langsung dalam dunia kerja. Dengan catatan, bahwa lulusan pendidikan kejuruan memang mempunyai kualifikasi sebagai (calon) tenaga kerja yang memiliki keterampilan vokasional tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Kurikulum yang diimplementasikan di SMK saat ini, khusus untuk kelompok  produktif masih menggunakan kurikulum tahun 2004, sedangkan untuk kelompok normatif dan adaptif sudah menggunakan model pengelolaan kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) 2006 (Djohar A, 2003: 78).

Muchlas Samani (2000:1) mengemukakan bahwa kebanyakan siswa masih menganggap SMK sebagai sekolah kelas dua. Banyak yang beranggapan bahwa siswa SMP yang melanjutkan ke SMK adalah mereka yang tidak tergolong tinggi kemampuan dasarnya, kemudian memiliki ketakutan kalah bersaing dengan teman yang pandai sehingga takut tidak di terima di SMA yang memunculkan persepsi bahwa masuk ke SMA  bukan karena pilihan. Ada juga yang beranggapan bahwa siswa SMP yang melanjutkan ke SMK adalh mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi namun ingin langsung mencari kerja.

Bila masuk ke SMA, lulusannya belum bisa diandalkan karena tidak memiliki keterampilan atau keahlian. Lulusan SMA disiapkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara  biaya kuliah di perguruan tinggi sekarang mahal dan butuh waktu lebih lama untuk lulus. Sehingga kebanyakan anak yang berasal dari keluarga ekonomi bawah, akan memilih untuk masuk ke SMK.

Sedangkan tingkat pendidikan orang tua yang tinggi, akan mendorong minat anak untuk masuk ke sekolah umum. Karena kondisi keuangan yang lebih baik akibat dari tingginya pendidikan orang tua, sehingga anak lebih berorientasi untuk mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi. Dan pilihannya masuk ke sekolah umum, karena sekolah umum mempersiapkan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bukan untuk siap terjun ke dunia kerja maka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan second choise atau pilihan kedua.

 

 

 

C.  Pembatasan Masalah

Dari latar belakang masalah dan berbagai permasalahan yang telah    diidentifikasi di atas, ternyata terdapat banyak  faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK.

 

D.  Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Model pendidikan kejuruan apa yang ada di SMK?
  2. Materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran SMK?
  3. Apa saja tuntutan perkembangan pendidikan kejuruan SMK?
  4. Keadaan siswa, lulusan seharusnya dan kenyataan lulusan seharusnya setelah lulus SMK.

 

E.  Tujuan  Penelitian

  1. Mengetahui model pendidikan kejuruan apa yang ada di SMK?
  2. Mengetahui materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran SMK?
  3. Mengetahui apa saja tuntutan perkembangan pendidikan kejuruan SMK?
  4. Mengetahui keadaan siswa, lulusan seharusnya dan kenyataan lulusan seharusnya setelah lulus SMK.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian

Pendidikan Kejuruan menurut Rupert Evans (1978: 8) mendefinisikan bahwa pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistim pendidikan yang mempersiapkan seseorang agar lebih mampu berkerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang bidang perkerjaan lainnya.Sedangkan menurut Undang – Undang No.20 tentang Sistim Pendidikan Nasional :Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan perserta didik untuk dapat berkerja dalam bidang tertentu. Atau yang lebih spesifik dalam Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang pendidikan menengah yaitu Pendidikan menengah yang mengutamakan pengenbangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan Pendidikan  Kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didiknya untuk memesuki lapangan kerja.

 

  1. Tujuan Pendidikan Kejuruan

Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai progam kejuruannya.

Dari tujuan pendidikan kejuruan tersebut mengandung makna bahwa pendidikan kejuruan di samping menyiapkan tenaga kerja yang profesional juga mempersiapkan peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan program kejuruan atau bidang keahlian.

Rupert Evans (1978 : 33) merumuskan pendidikan kejuruan bertujuan untuk :

  1. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja.
  2. Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu.
  3. Mendorong motivasi untuk belajar terus.Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 merumuskan bahwa Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional.

 

  1. Model Pendidikan Kejuruan

Berdasarkan beberapa pendapat, terdapat beberapa Model Sistem Pendidikan Kejuruan :

  1. Model Pasar (Market Model) merupakan sistim pendidikan yang merupakan tanggung jawab industri dan di jalankan sepenuhnya oleh industri. Pada model pasar pemerintah tidak terlibat dalam proses kualifikasi kejuruan.
  2. Model Sekolah (scool model) merupakan pendidikan dimana emerintah berperan merencanakan mengorganisasikan, dan memantau pelaksanaan pendidikan kejuruan. Model ini sering juga disebut Model Birokratik.
  3. Model Sistem Ganda (Dual Sistem)

Merupakan perpaduan antara model pasar dan model sekolah.

  1. Model Pendidikan Kooperatif ( Cooperative Education)

Pendidikan kejuruan yang diselenggarakan bersama antara sekolah dan perusahaan.

 

D. Materi Yang Diajarkan

Secara umum materi program pendidikan untuk program pendidikan sebagai berikut:

  1. Komponen Pendidikan Umum (Normatif) yaitu untuk membentuk siswa/siswi menjadi warga negara yang baik, memiliki watak dan kebribadian sebagai warga negara dan bangsa Indonesia.
  2. Komponen Pendidikan Dasar (Adaptif) yaitu untuk memberi bekal penunjang bagi siswa/siswi dalam penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti perkembangan ilmu danteknologi.
  3. Komponen Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan yaitu materi yang berkaitan dengan pembentukan keahlian siswa/siswi terutama di bidang multi media.

 

  1. Tuntutan Perkembangan Pendidikan Kejuruan

Pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia yang tangguh untuk menghadapi persaingan bebas. Oleh karena itu sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan kejuruan, maka perlu adanya pembaharuan pendidikan dan pelatihan kejuruan di SMK untuk masa depan tuntutan peserta didik. Penyempurnaan pendidikan menengah kejuruan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja. Tuntutan peserta didik dan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja perlu dijadikan sumber pijakan di dalam merumuskan tujuan pendidikan kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan Pasal 15 UU SISDIKNAS, merupakan pendidikan menengahyang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu, yangdirumuskan dalam tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut.

  1. Tujuan Umum

a)      Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b)      Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga Negara yang berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.

c)      Mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkunganhidup, dengan secara aktif turut memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, sertamemanfaatkan sumber daya alam dengan efektif dan efisien.

  1. Tujuan Khusus

a)      Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, maupun bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan industri sebagai tenaga tingkat kerja menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya.

b)      Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agar mampumengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

c)      Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

 

  1. Keahlian Siswa, Lulusan Seharusnya dan Kenyataan Lulusan Seharusnya.

Bulter (1979: 12) menjelaskan bahwa kriteria lulusan pendidikan kejuruan secara umum akan memiliki kecakapan :

  1. Minimal memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus untuk jurusannya.
  2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan sosial, emosional dan fisik dalam kehidupan.
  3. Ketarampilan khusus dasar.
  4. Memiliki kejujuran umum, sosial, pengetahuan dan keterampilan akademik dimasa mendatang.

Kenyataan Lulusan:

Hasil observasi empirik di lapangan mengindikasikan, bahwa sebagian besar lulusansekolah menengah kejuruan (SMK) kurang mampu menyesuaikan diri dengan perubahanmaupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sulit untuk bisa dilatih kembali, dankurang bisa mengembangkan diri. Temuan tersebut tampaknya mengindikasi bahwa pembelajaran di SMK belum banyak menyentuh atau mengembangkan kemampuan adaptasi peserta didik. Studi itu juga memperoleh gambaran bahwa sebagian lulusan SMK tidak bisadiserap di lapangan kerja, karena kompetensi yang mereka miliki belum sesuai dengantuntutan dunia kerja, fenomena yang terjadi pada lulusan pendidikan kejuruan adalah :

  1. Pengetahuan dan ketrampilan dasar pada bidang tertentu masih lemah, sehinggakepercayaan diri dalam memasuki lapangan kerja kurang atau bahkan belum siapsama sekali.
  2. Tidak mempunyai orientasi masa depan atau visi kedepan yang tidak jelas.
  3. Industri percaya pada kemampuan pengetahuan dan ketrampilan lulusan pendidikan kejuruan.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

KESIMPULAN

  1. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan alternatif terbaik untuk melanjutkan jenjang pendidikan setelah lulus SMP.
  2. SMK memiliki keunggulan yang lebih dari pada SMA.
  3. SMK mempersiapkan siswa untuk siap terjun langsung dalam dunia kerja setelah lulus nanti.
  4. SMK membekali siswa dengan keahlian-keahlian kejuruan yang dapat diimplementasikan di dunia nyata.
  5. Diperlukan paradigma bagi orang tua dan guru tentang SMK.
  6. SMK juga diajari pendidikan yang sama dengan SMA, selain pendidikan kejuruan.
  7. SMK mencetak siswa yang siap kerja dan berkompetensi tanpa harus melanjutkan ke perguruan tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bulter. 1979. Kriteria Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Alfa Beta.

Damayati dan Mujiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineke        Cipta.

Djohar, Ahmad. 2003. Pengembangan Model Kurikulum Berbasis Kompetensi SMK. Bandung: Kencana Prenada Media Group.

Djojonegoro, dkk. 1998. Lembaga Pendidikan Sebagai Perubahan. Jakarta : CV.                                    Aneka Ilmu.

Muchlas, Sumany. 2000. SMK sebagai Kelas Kedua. Yogyakarta: Kanisius.

Rupert, Evans. 1978. Tujuan Pendidikan. Bandung.: Pustaka Insan Madani.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineke Cipta.

http://id.wikipedia.org/wiki/sekolah menengah kejuruan.

Diakses tanggal 25 Juni 2012 jam 20.48.

http://panduan-skripsi.blogspot.com/2011/05/model pendidikan kejuruan.html.

diakses tanggal 29 Juni 2012 jam 13.22.

http://skripsi.wordpress.2011/tuntutan perkembangan pendidikan kejuruan.

Diakses tanggal 29 Juli 2012 jam 14.21.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAKALAH SMK SEBAGAI ALTERNATIF TERBAIK (SECOND CHOICE)

Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Semester Seminar Akuntansi

Dosen Pengampu “ Drs. Budi Sutrisno M.pd.”

 

 

 

Disusun oleh:

Siti Sa’adah

A.210090125

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: